Sentani, Jubi – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Jayapura menerima dana hibah sebesar Rp 500 dari Pemkab Jayapura.
Menurut Ketua Dekopin Kabupaten Jayapura, Abraham Demonggreng dana yang diterima dalam dua tahap itu akan digunakan untuk menjalankan sistem kerja dekopin dan pengawasan organisasi koperasi di kabupaten itu.

“Tahap pertama sudah kami terima sebesar 250 juta, yang digunakan untuk penyediaan sekretariat, ATK, dan biaya operasional awal,” katanya kepada Jubi di Sentani, Senin (29/8/2016).

Dalam waktu dekat pihaknya mendata ratusan koperasi yang tersebar di Kabupaten Jayapura. Pendataan tersebut meliputi keaktifan dan legalitas tiap koperasi yang dibentuk.

“Apakah koperasi-koperasi ini masih aktif atau tidak, hal ini yang akan kami lakukan pendataan awal sebagai data yang akurat bagi dekopin kedepan,” ujarnya.

Ia berpendapat koperasi sangat penting bagi peningkatan sumber pendapatan masyarakat. Untuk itu, pendataan yang dilakukan nanti dibagi dalam beberapa bagian.

“Daerah kita ini terbagi dalam beberapa bagian wilayah pembangunan. Untuk itu pendataan juga akan kami lakukan berdasarkan wilayah pembangunannya, misalnya di wilayah 3 adalah daerah pesisir maka yang akan diperhatikan menyangkut aktivitas nelayan,” katanya.

Sementara wilayah pembangunan 2 daerah dataran rendah sehingga yang diperhatikan mencakup hasil-hasil pertanian.
“Untuk wilayah pembangunan 1 adalah danau, bagaimana dengan sistem tambak dan penangkaran ikan air tawar. Kesemuanya ini wajib dihimpun dalam koperasi di tiap kampung untuk mengakomodir kepentingan masyarakat,” katanya.

Warga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Erland Ongge mengatakan Sumber Daya Alam (SDA) di daerah ini cukup banyak, tetapi masyarakatnya kurang kreatif untuk memanfaatkan SDA tersebut.

Fasilitas yang ingin dibutuhkan sudah diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat. Namun hal ini sama sekali tidak dimanfaatkan dengan baik. Misalnya msyarakat yang hidup di tepi Danau Sentani, sudah diberikan fasilitas untuk membuat keramba ikan air tawar untuk usaha mereka. Awalnya berjalan lancar, tetapi setelah panen usaha tersebut tidak dilanjutkan.

“Maka koperasi salah satu alternatif yang cocok untuk mengembangkan usaha-usaha mikro masyarakat bagi kepentingan peningkatan ekonomi,” katanya. (*)

Leave a comment